Kamis, 20 Maret 2008

Kiat Memelihara Anthurium
Rabu, 06 Juni 2007 17:43:03

Penampilan tanaman athurium yang prima selalu menjadi dambaan setiap pemiliknya. Untuk dapat memiliki anthurium yang mantap, prima, eksklusif dan megah, serta sedap dipandang mata, perawatan jelas menjadi kunci utama.A. PENYIRAMAN:Penyiraman memegang peran penting untuk menjamin pertumbuhan anthurium yang sehat. Namun demikian selalu disarankan, penyiraman tidak boleh berlebihan. Air tidak boleh sampai tergenang, atau media sampai becek. Secara ringkas, penyiraman anthurium hanya berfungsi untuk menjaga kelembaban media saja. Yang ideal penyiraman dilakukan satu hari sekali, pada pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari setelah pukul 17.00, untuk menghindari penguapan. Pada musim kemarau, atau saat suhu sangat tinggi dan kelembaban udara juga meningkat, jadwal penyiraman boleh dilakukan 2-3 kali sehari. Apabila media masih basah, penyiraman tidak perlu dilakukan. Penyiraman yang terlampau sering justru menyebabkan tanaman busuk dan memicu munculnya penyakit. Upayakan menggunakan air yang bersih dan terhindar dari pencemaran. Penyiraman bisa dilakukan dengan sprayer ke arah media tanamnya, bukan pada daunnya untuk menjaga agar daun tidak robek.B. PEMUPUKAN:Pupuk dasar bagi anthurium adalah NPK. Di pasaran saat ini tersedia pupuk NPK dalam bentuk slow release seperti Dekastar atau Osmocote. Apabila menggunakan pupuk ini, pemupukan cukup dilakukan enam bulan sekali. Pupuk NPK diberikan dengan cara disebar di sekitar tajuk tanaman. Jumlahnya, mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan.
Jenis pupuk yang diberikan, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan fase pertumbuahnnya:
· Pada tanaman muda, gunakan pupuk dengan kandungan N (Nitrogen) yang tinggi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif.
· Pada saat tanaman sudah mencapai fase generatif, bisa diberikan pupuk dengan kandungan P (Phospor) dan K (Kalium) yang tinggi guna merangsang munculnya bunga. Selain pupuk dasar NPK, sebaiknya juga diberikan pupuk kandang atau humus sedikitnya setahun sekali. Pupuk kandang yang digunakan harus steril. Untuk anthurium daun, banyak hobbyst menambahkan dengan menyemprotkan pupuk majemuk, seperti Gandasil atau Atonik sesuai aturan. Disebut pupuk majemuk karena kandungannya tidak hanya NPK tetapi juga ada unsur tambahan. C. PENEMPATAN:Anthurium sebaiknya ditempatkan di tempat semi teduh. Tepatnya, lokasi dengan intensitas cahaya antara 30-40%. Misalnya, di teras rumah, halaman rumah di bawah pohon pelindung, atau ruangan dalam dekat jendela.Jika diletakkan di dalam rumah, sebaiknya taruh dekat jendela atau yang terkena cahaya matahari. Anthurium yang diletakkan di dalam rumah, sebaiknya di keluarkan secara berkala. Sedikitnya 3 hari sekali selama sehari penuh. Karena tanaman yang terlalu lama bnerada di dalam ruangan, cenderung membuat daun-daunnya pucat. Jika ruangan ber-AC, daun menjadi kering dan warna hijau menjadi kusam.
Jika diletakkan di halaman terbuka, harus menggunakan shading net yang memiliki ketebalan 60%, yang memungkinkan hanya 40 % cahaya masuk. Jangan terlalu gelap, atau teduh. Ini bisa membuat pertumbuhan fisik tanaman terganggu. Misalnya, tangkai daun anthurium yang mestinya bertangkai pendek, menjadi memanjang, bentuk daun yang mestinya bulat, menjadi runcing, dan berbagai perubahan lainnya. Yang selalu harus diingat, jangan sampai anthurium kita terkena cahaya matahari langsung, daun anthurium bisa terbakar (necrosis) dan musnah sudah keindahan anthurium sebagai tanaman hias berdaun indah.D. PERAWATAN DAUN:Daun adalah bagian dari anthurium yang paling spesial. Kalau daun anthurium kotor penuh debu, atau sobek, kadar ketistimewaannya dengan sendirinya akan merosot.
Untuk menjaga agar daun-daun anthurium kita selalu kinclong dan ngejreng, tentu saja kita harus menjaganya dari kotoran atau debu. Kalau dianggap perlu, boleh saja kita melapnya dengan tissue basah atau kain halus yang basah, setiap hari.
Sedang untuk menjaga agar daun-daun anthurium yang kita sayangi tidak sobek, atau hangus terbakar matahari sebaiknya kita meletakkan tanaman anthurium di tempat yang kita anggap paling aman baik dari lalulintas orang lalulalang maupun cahaya matahari langsung. E. SANITASI:Yang dimaksud sanitasi di sini adalah kebersihan yang meliputi kebersihan lingkungan, media tanam dan alat kerja. Harus diingat, bahwa kondisi lingkungan dan cuaca jelek, terutama di musim hujan sering-sering memicu munculnya berbagai jenis penyakit seperti bakteri atau jamur.
Media tanam selalu dianjurkan steril. Tujuannya, juga untuk mencegah munculnya cendawan.(Dikutip dari buku Pesona Anthurium Daun karangan Kurniawan Junaedhie, Penerbit Agromedia Pustaka, Jakarta)
Tata Krama
Berjualan Tanaman Hias
Senin, 17 September 2007 22:12:25

Dunia usaha mengenal etika dan punya mekanisme yang harus dipatuhi semua pihak. Kita tidak perlu belajar etiket di John Robert Power atau membaca buku-buku Dale Carnegie untuk berbisnis tanaman hias. Namun, kalau kita mau menjadi pebisnis tanaman hias bermartabat, dan dihormati, seyogyanya memang harus tahu tatakrama yang berlaku di dunia tanaman hias seperti berikut ini.
Beli Putus, Jangan Konsinyasi Jangan pernah berniat untuk membeli secara konsinyasi atau titip jual tanaman hias. Tanaman hias adalah komoditas dengan karakter khusus. Belilah secara putus, soal pembayaran tunai atau berhutang itu soal lain. Tidak lazim Anda mengembalikan ke pemiliknya kalau tanaman tersebut tidak laku.
Jangan Bagi Kartu Nama di Tempat OrangJangan suka membagi kartu nama di gerai orang lain. Mungkin si empunya gerai tidak menegur Anda terang-terangan, tapi dia pasti mencap Anda sebagai pedagang tanaman bokek yang kampungan.
Jangan Berdagang di Tempat OrangJangan suka berjual beli di gerai orang lain. Ini sangat menyebalkan. Jangan Membujuk Pelanggan OrangJangan mengajak atau membujuk pembeli yang sedang berada di gerai orang untuk datang ke gerai Anda kalau Anda tidak mau dianggap pedagang kutukupret.
Jangan Menjelek-jelekkan PesaingJangan suka menjelek-jelekkan reputasi rekan atau kolega Anda. Kalau barang Anda dibilang mahal, dan kolega Anda dibilang murah, santai saja. Bilang saja, mungkin dia beli lebih murah, sedangkan Anda kulakan dengan harga mahal. Rezeki tak akan lari ke mana-mana.
Jangan Jual Lebih Murah ke KonsumenKalau Anda mau menjadi pedagang tanaman hias yang jempolan, Anda akan membedakan harga untuk pedagang (yang membeli dari Anda untuk dijual lagi) dengan mereka yang hanya membeli satuan atau eceran. Tidak etis, kalau menjual barang yang sama dengan harga sama, padahal yang satu pedagang yang satu pengecer. Pedagang yang membeli tanaman Anda bisa diibaratkan kaki Anda. Kalau Anda menjual dengan harga sama ke pengecer, itu sama saja dengan menebas kaki Anda sendiri alias ‘bunuh diri’ namanya. (Dikutip dari buku "JURUS SUKSES BISNIS TANAMAN HIAS", Kurniawan Junaedhie, PT Pustaka Agro Media, Jakarta, 2007)
Arti Bonggol
Pada Aglaonema
Senin, 19 November 2007 20:59:02

Kita sering terkecoh, saat membeli aglaonema mahal, ternyata --setelah kita bongkar-- tidak punya bonggol, kecuali hanya beberapa helai akar. Padahal ada satu bagian lain yang tak kalah pentingnya, khususnya untuk tanaman aglaonema, yakni bonggol.Bonggol terletak di bawah daun paling bawah, atau di atas tumbuhnya akar. Orang Selalu Menyebut Bagian Dari Tanaman Aglaonema Hanya Terdiri Dari: Akar, Batang, Daun, Dan Paling Banter Bunga, Buah Atau Biji. Padahal Ada Satu Bagian Lain Yang Tak Kalah Pentingnya, Khususnya Untuk Tanaman Aglaonema, Yakni Bonggol. Bonggol Terletak Di Bawah Daun Paling Bawah, Atau Di Atas Tumbuhnya Akar. Bonggol Disebut Panjang Jika Panjangnya Sedikitnya 5 Cm. Sebaliknya Disebut Pendek, Jika Panjangnya Hanya 1-2 Cm. Apa Yang Menyebabkan Bonggol Menjadi Hal Yang Penting? Bonggol Terdiri Dari Ruas-Ruas. Ruas-Ruas Itulah Yang Kelak Memunculkan Anakan-Anakan Baru Aglaonema. Jika Bonggol Pendek Atau Tidak Ada Sama Sekali, Otomatis Peluang Memperoleh Anak Dari Aglaonema Menjadi Sulit. Bahkan Kemungkinan Besar Anda Akan Memperoleh Tanaman Aglaonema Yang Kurang Sehat, Sebaliknya Jika Bonggol Panjang, Yang Ditandai Dengan Banyaknya Ruas, Kita Bisa Berharap, Aglaonema Tersebut Akan Produktif Menghasilkan Anakan-Anakan Baru. Atau Kalau Ada Waktu, Potong Bonggol Itu Sekitar 2 Cm, Dan Tanam, Untuk Menghasilkan Tanaman Baru. Harga Aglaonema Tidak Murah. Karena Itu, Disarankan, -- Seperti Sudah Disinggung Pula Di Bagian Lain Buku Ini-- Sebaiknya Anda Tidak Perlu Segan-Segan Apalagi Malu Meminta Penjualnya, Untuk Mengeluarkan Tanaman Yang Anda Beli Dari Dalam Pot, Untuk Melihat Kondisi Bonggolnya.
(Dikutip Dari Buku Panduan Praktis Perawatan Aglaonema, karangan Kurniawan Junaedhie, penerbit PT Agromedia Pustaka, 2006)
Strategi
Memasang Harga Tanaman
Kamis, 04 Oktober 2007 11:07:05
Berbisnis tanaman itu gampang. Namun, untuk memulai bisnis ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk menjalankan bisnis tanaman hias ini. Salah satunya adalah strategi memasang harga tanaman. Menetapkan harga sebuah tanaman hias itu penting, meski tidak mudah. Ada beberapa patokan yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, melihat harga pesaing. Pastikan, Anda mau harga lebih mahal atau lebih murah dibandingkan pesaing. Menetapkan harga lebih murah itu biasa, tapi bagaimana jika kita ingin menetapkan harga lebih mahal? Bisa saja. Kalau tanaman hias yang sama diletakkan di pot keramik yang mahal, harga tentu lebih mahal. Cara lain adalah menghitung biaya yang dikeluarkan supaya Anda tetap mendapatkan untung. Harga beli, misalnya harus diperhitungkan dengan ongkos bea cukai, transportasi, dan resiko. Selain itu, di dunia bisnis tanaman hias ini juga terdapat strategi-strategi bisnis modern lainnya yang boleh saja Anda coba. Di antaranya: Block Pricing.Block pricing bisa diartikan sebagai harga borongan. Harga ini dipatok agar pembeli bisa memilih untuk membeli borongan atau eceran. Cara ini biasa digunakan oleh nurseri atau pedagang tanaman hias yang mau cuci gudang. Namun, bisa juga dimanfaatkan oleh nurseri untuk menjual tanaman-tanaman yang susah dijual eceran. Commodity Bundling.Beberapa produk yang tidak sejenis dijual dalam satu paket harga. Misalnya, membeli sejumlah anthurium dengan tambahan beberapa pot aglaonema. Maksudnya, supaya semua tanaman bisa terjual. Price Discrimination.Diskriminasi harga, begitulah kira-kira terjemahannya. Artinya, konsumen yang sama diberi harga berbeda, karena volume pembelian berbeda. Jika konsumen membeli satuan dengan harga Rp 100.000 per pot, ia akan mendapat harga Rp 60.000 per pot jika membeli 100 pot. Konsumen bisa diberi harga prospek. Harga yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan harga normal kalau konsumen dianggap memiliki prospek, yakni bisa menjual banyak dan pandai memasarkan tanaman kita.
Artikel ini tiulis oleh Kurniawan Junaedhie dalam buku Jurus Sukses Bisnis Tanaman Hias yang diterbitkan AgroMedia Pustaka. Buku ini sangat tepat bagi Anda yang berancang-ancang memasuki dunia tanaman hias. Mulai dari modal yang dibutuhkan, kiat memilih nama nurseri, strategi memilih model bisnis, menentukan tanaman yang akan dijual, hingga tip & trik memahami konsumen serta calon konsumen

Rabu, 19 Maret 2008

Gebrakan Trend Anthurium
dan Harga Selangit
By duniaflora
Saturday, September 22, 2007 00:19:56
Clicks: 1100

Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, yang pertama kita harus menyadari, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di Dunia. Sehingga merupakan pasar yang besar juga untuk berbagai barang yang ada di Dunia, baik Konsumsi, telekomunikasi, otomotif, maupun Tanaman hias. Sudah terbukti Penjualan otomotif, dan Hand phone sebagai contohnya Nokia 9500 yang harganya fantastis, mendudukkan Indonesia sebagai negara pembeli terbanyak di Dunia. Jadi kita kemudian jangan kaget, jika muncul fenomena Booming akan produk tertentu, apalagi tanaman hias yang tingkat serapannya seperti kepemilikan telephone genggam, akibat harganya yang terjangkau. Yang terjadi dengan Anthurium merupakan perulangan dari apa yang terjadi dengan Adenium. Bedanya booming adenium lebih banyak menguntungkan penjual di Luar negeri, khususnya Thailand. Berpuluh-puluh Juta biji, bibit, bonggol Adenium yang diimport dari negara gajah Putih masuk ke Indonesia. Belum lagi yang kemudian diperbanyak oleh petani-pengusaha tanaman hias Indonesia belakangan. Tetapi hal ini tetap membuat adenium bercokol tetapi pasar tidak jenuh bertahun-tahun lamanya , dengan penjualan yang seringkali mencengangkan. Padahal harga di Thailand hanya beberapa puluh ribu rupiah saja. Anthurium mencatat fenomena yang cukup mengagumkan. Dimana Booming anthurium diawali oleh pedagang-pedagang Anthurium yang mencari Indukan untuk mensupply kebutuhan tanaman di Sentra Anthurium seputaran kaki Gunung Lawu, khususnya di Karanganyar, Sragen, Temanggung, dll. Tanaman Anthurium yang diburu umumnya Indukan, baik indukan Anthurium Jenmani, Anthurium Gelombang cinta -wave of love dan Anthurium Hookeri khususnya yang bertongkol. Anehnya perburuan mereka ke daerah sekitarnya yang kemudian meluas ke Jakarta, Sawangan dan Depok, pada gilirannya ikut memacu spekulasi dan juga menaikkan trend Anthurium yang semula tidak dilirik sama sekali. Hal ini mengakibatkan terjadi Demand yang naik pesat, karena anthurium juga perlahan-lahan naik pamornya. Permintaan anthurium kemudian mengalami grafik peningkatan yang cukup tajam, Indukan-indukan yang jumlahnya sangat sedikit, disamping tanaman Anthurium yang sangat lambat besarnya pada akhirnya memacu peningkatan harga yang tidak terkendali. Bibit yang semula harganya hanya beberapa ribu rupiah meningkat tajam menjadi hitungan puluhan ribu rupiah. Stok bibit ludes dimana-mana karena pada saat yang bersamaan penghobbi tanaman hias mulai ikut memburunya untuk dikoleksi. Perlu dicatat, permintaan anthurium selama ini hanya sedikit proporsinya yang dijual langsung ke masyarakat luas. Karena sebagian besar masih berkutat di tingkat pedagang dan hobiis. Trend Anthurium pun baru mewabahi beberapa daerah saja di Indonesia. Bisa dibayangkan apabila Trend anthurium ini meledak dimana-mana, harga akan meningkat tajam tidak terkendali. Trend dan Preferensi konsumen pun sudah terlanjur memiliki patron pola standarisasi dalam negeri, misalnya dengan adanya penamaan jenmani kobra, jenmani mangkok, wave of love kw1, hookeri pucuk merah, garuda, dll. Penamaan ini tentu saja tidak dikenal diluar negeri, hal ini berdampak pada keterbatasan pasokan, karena sulit mengharapkan pasokan sejenis. Pasokan pun sebagian besar hanya mengandalkan produksi dalam negeri saja. Terutama dipengaruhi faktor Thailand yang biasanya selalu menjadi pemasok tanaman hias Indonesia, yang untuk saat ini tidak bisa berkutik. Disamping anthurium, khususnya anthurium daun, tidak lumrah dibudidayakan disana, stok tanaman pun berjumlah sedikit, dan perbanyakan tentu saja mengalami kendala waktu. Sehingga Pasokan Anthurium selama ini hanya mengandalkan Indukan yang itu-itu saja, dan beberapa tanaman yang mulai beranjak dewasa. Untungnya, seperti sifat tanamannya, demam anthurium pun berjalan lambat tapi pasti. Sehingga pertumbuhan demand dan supply tidak berbeda terlalu drastis, tetapi meningkat perlahan, meskipun selalu stock habis dimana-mana. Untuk mengatasi kelangkaan barang inipun berlangsung mulus di anthurium, karena banyaknya varian yang dimiliki, sehingga kelangkaan barang tidak serta merta membuat harga melonjak, karena konsumen selalu terbuka untuk menerima varian pengganti yang tersedia dipasar. Hal ini juga merupakan faktor penting yang menunjukkan trend anthuirum ini seperti halnya adenium akan bertahan cukup lama. Setidak-tidaknya dalam hitungan 1 - 2 tahun kedepan.
Aneka Model
Bisnis Jual Tanaman
Rabu, 05 Maret 2008 12:47:16

Saya heran, kenapa kalau kita menyebut berjualan tanaman hias maka yang langsung muncul di kepala kita adalah orang yang menjajakan tanaman di gerai-gerai di pinggir jalan atau di sentra-sentra tanaman hias? Tidak salah juga. Tapi nyatanya pebisnis tanaman hias yang sukses tidak selalu harus menyewa gerai baru bisa menjualnya seperti kisah yang saya uraikan barusan. Menjual tanaman orang lain untuk mendapat komisi nyatanya juga bisa jadi model bisnis menarik. Berikut beberapa model bisnis yang lazim dikenal di dunia tanaman hias:
Sewa dan buka gerai tanaman hias. Ini cara paling konvensional. Jual tanaman hias dengan cara menyewa lapak di tempat terbuka. Kalau Anda punya nyali dan mau sedikit nekad, bisa gunakan lahan kosong milik pengembang yang tidak difungsikan atau lahan kosong milik siapa saja. Cuma konsekuensinya, Anda harus siap-siap dikejar petugas Trantib dan berurusan dengan para preman. Jelas, cara ini tidak dianjurkan. Yang paling baik, sewa saja secara resmi lapak-lapak di sentra-sentra tanaman hias yang juga resmi. Di Jabodetabek misalnya ada di Ragunan, Jakarta Selatan; Flona Alam Sutera, Serpong Tangerang dan Pusat Tanaman Hias BSD City di Kompleks Taman Tekno.
Sistem sewa biasanya dihitung per bulan atau per tahun di luar beaya kebersihan dan keamanan. Hitungan untuk tahun 2007, rata-rata per tahun antara Rp. 5 sampai 10 juta untuk setiap kapling. Kalau lahan sudah habis di tempat resmi tadi, Anda bisa ‘membeli hak pakai’ pada penyewa lama secara bisik-bisik. Dengan catatan, penyewa lama sudah bosan, tentu saja. Harga beli ‘hak pakai’ juga bervariasi antara Rp. 20 juta sampai Rp. 100 juta per kapling.
Menyewa lapak di sentra penjualan tanaman hias resmi, selain tidak dikejar-kejar petugas Trantib, Anda juga tidak perlu repot-repot promosi. Karena sentra tanaman itu sendiri sudah mampu mengumpulkan pengunjung. Paling tidak, kalau Anda belum punya pelanggan, kalau nasib baik, ada pelanggan tetangga kesasar masuk ke gerai Anda. Yang perlu Anda lakukan tinggal memajang tanaman-tanaman yang bagus, memasang karyawan yang ramah dan membuat gerai Anda menyenangkan.
Sewa stand dan buka pameran.Pameran Tanaman Hias merupakan ajang promosi dan ajang penjualan yang bagus. Pihak penyelenggara melakukan banyak promosi untuk mengudang konsumen datang. Kalau Anda sewa stand dan buka pameran di situ, bukan mustahil gerai Anda dikunjungi orang, dan tanaman Anda dibeli orang.
Sekadar informasi, di Jabodetabek, sewa stand saat ini berkisar antara Rp. 750rb sampai Rp. 3 jt, untuk ukuran gerai 3 x 5 meter, selama pameran berlangsung antara 7 sampai 10 hari. Di Jakarta ada beberapa event pameran tanaman yang berskala nasional, seperti Pameran Flora Fauna di Lapangan Banteng setiap bulan Agustus, atau pameran-pameran tanaman hias yang diselenggarakan Majalah Trubus. Tapi banyak juga pameran-pameran serupa yang diselenggarakan oleh Pemda, Supermal, atau event-event organizer, di banyak tempat. Kalau Anda berminat, silakan saja hubungi penyelenggaranya.Yang perlu Anda lakukan, selain menyiapkan tanaman hias andalan adalah mencetak kartu nama untuk disebar. Jangan lupa cetak nomor telepon Anda jelas-jelas, agar setelah pameran usai, tanaman Anda tetap dibeli orang.
Open House. Open house atau buka nursery di rumah sendiri paling enak. Anda bisa setiap hari menongkrongi, memantau, dan menerima pembeli. Kalau bisnis Anda laku, Anda boleh bilang pada keluarga di rumah yang ikut menyaksikan, bahwa jadi pedagang tanaman hias tidak hina. Cara ini gampang dilakukan bila Anda punya pekarangan atau lahan yang memenuhi persyaratan. Tapi bagi yang tidak punya lahan, bisa bikin dak.
Enaknya, para tetangga yang lewat dan melihat, atau handaitaulan yang kebetulan mampir bisa menjadi pengiklan bisnis Anda. Syukur-syukur mereka juga ikut tergerak untuk membelinya, bukan malah memintanya secara gratis. Jika yang terakhir ini terjadi, jangan sekali-kali Anda mengabulkannya. Lebih baik Anda menjual kepada mereka dengan harga miring atau rugi, daripada memberinya cuma-cuma. Jangan sampai yang kemudian menjadi berita dari mulut ke mulut adalah bahwa tempat Anda adalah tempat yang tepat di mana orang bisa mendapatkan tanaman secara gratisan. Dengan menjual murah atau rugi, sedikitnya, yang akan menjadi berita adalah tempat Anda tempat menjual tanaman dengan harga murah.Keuntungan lain dengan memilih cara ini, Anda tentu saja tidak perlu buang beaya untuk menyewa lapak. Juga, kalau sedang tidak ada pembeli, Anda bisa menikmati keindahan setiap hari. Kerugiannya: istri, mertua, anak atau cucu Anda bisa terganggu ruang geraknya. Anda juga harus mulai bersiap-siap memiliki rumah seperti hutan belantara. Cara ini juga bisa dilakukan secara luwes. Misalnya, kalau Anda masih ngantor, atau punya usaha lain, Anda bisa hanya open house pada hari Sabtu dan Minggu saja.
Nitip teman yang menjual tanaman atau pada penjual tanaman yang Anda kenal. Ini cara paling aman, terutama jika Anda tergolong hobiis pembosan. Jadi kalau ada tanaman yang Anda anggap sudah menjemukan, Anda bisa mereka untuk memasarkannya. Cara nitip teman juga pas jika Anda tergolong pemalu, atau masih malu-malu menjadi pedagang tanaman hias.
Keuntungannya, rumah Anda nyaman, dan Anda tak perlu mengeluarkan beaya sewa lapak. Jeleknya, kalau tanaman Anda tersia-sia di tempat ‘penitipan’. Bahkan bukan tidak mungkin, orang-orang yang Anda titipi malah men’curi’ tanaman Anda dengan memotong bonggol atau akarnya tanpa Anda ketahui.
Menyewa tukang gerobak keliling. Ini cara paling jitu kalau rumah Anda sempit, dan Anda tidak punya kebun sendiri. Bikin gerobak dorong, dan panggil para pengangguran yang tinggal di sekitar Anda untuk diajak menjadi pedagang keliling tanaman hias. Suruh mereka masuk ke perumahan-perumahan menjajakan tanaman Anda. Dewasa ini banyak orang senang tanaman hias tapi terlalu sibuk untuk mendatangi nursery. Mereka adalah pasar potensial Anda. Enaknya, setiap hari Anda menerima setoran dari para penarik gerobak dorong.
Kalau setiap gerobak menyetor Anda uang Rp. 1 juta saja sehari, kita sudah bisa bayangkan, betapa indahnya bisnis tanaman hias. Dari sana sekaligus Anda juga bisa mendapat info tanaman apa yang disukai dan mana yang tidak disukai. Yang disukai, segera belanja di tempat penjualan grosir tanaman hias. Risikonya, kalau penarik gerobak kabur beserta gerobaknya Anda bisa gigit jari. Tapi Anda bisa cegah duluan dengan menyimpan fotokopi KTPnya. Kalau ada apa-apa, tinggal lapor polisi.
Jadi Hunter atau BuserKalau Anda ingin dapat untung dari berjualan tanaman hias tapi modal cekak atau tidak punya modal sama sekali, cara ini bisa dilakukan. Yaitu dengan menjadi seorang huinter (pemburu) atau buser (buru sergap) tanaman hias. Pada dasarnya hunter maupun buser adalah makelar atau istilah kerennya, brooker. Modalnya, informasi dan sebuah hand phone yang bisa kirim foto melalui MMS (Multimedia Messaging Service). Dengan model bisnis ini, Anda bahkan tidak harus punya tanaman sendiri.
Buka kebun khusus sendiri di daerah pinggiran. Cara ini mungkin termasuk cara paling mahal. Karena kita harus menyewa atau memiliki lahan luas di daerah pinggiran di mana harga atau sewa tanah masih murah. Tapi percayalah, meski di dearah pinggiran sekali pun, kalau koleksi tanaman hias Anda bagus, orang akan tetap memburunya. Bak syair lagu: “Ke gunung kan kudaki, ke laut kan kuseberangi….”Keuntungannya, Anda bisa memilih konsumen yang datang ke kebun Anda. Kalau Anda sedang capek Anda bisa mengatakan nursery Anda tutup, Anda sedang di luar kota atau alasan-alasan lainnya. Bahkan Anda bisa menyeleksi pembeli Anda. Keuntungan lainnya, kalau orang sudah jauh-jauh datang ke tempat Anda, sudah pasti mereka juga akan berbelanja cukup banyak.
Buka kebun, sekaligus buka kedai kopi atau GaleriKalau kondisi keuangan memungkinkan, dan lokasi mendukung, selain buka kebun dan jual tanaman, Anda bisa menambah fasilitas lain seperti kafe atau kedai kopi, atau galeri lukisan. Jadi, selain berburu tanaman, pengunjung bisa minum kopi, atau beli lukisan. Di Bandung ada All About Strawberry. Bapak Ibu beli tanaman strawberry, anak-anak bisa minum juice strawberry. Di Baturaden, Purwokerto ada Puspa Tiara Nursery yang menyediakan bakso dan kopi. Istri beli tanaman, anak-anak makan bakso dan suami bisa ngopi. Semua happy.
Menjajakan dengan Sepeda Motor atau Mobil.Cara bisnis seperti ini boleh dicoba kalau Anda tidak punya lapak. Kita ambil dagangan di tempat kulakan, lalu menjajakan secara keliling dengan sepeda motor, atau mobil. Sasarannya, pedagang-pedagang tanaman hias kaki lima. Atau masuk ke pedagang-pedagang yang sedang buka stand pameran karena terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk kulakan..
Kita bisa jual per lima atau sepuluh pot. Tak usah untung banyak, asal penjualan lancar dan pembayaran bagus, sudah aduhai. Modalnya, cuma tahu tempat kulakan, tahu di mana sasaran kita berada, dan punya sepeda motor atau mobil yang bisa kita pakai. Kalau Anda bisa ngutang dulu di tempat kulakan, lebih asoy. Jadi Anda tak perlu mengeluarkan modal. Tentu saja, Anda harus langsung membayarnya begitu Anda menerima uang.Bikin WebsiteKalau mau memasarkan tanaman Anda ke pasar lebih luas, Anda bisa bikin website. Di situ Anda bisa pasang foto-foto tanaman di situ, dilengkapi deksripsi dan harganya.
Bikin website tidak mahal. Anda paling cuma harus bayar seorang desainer web, suruh bikin web. Lalu hubungi dan bayar pihak web hosting, agar website Anda bisa disiarkan ke seluruh dunia. Keuntungan lain kalau punya website, Anda malah bisa jadi brooker. Tanaman punya teman yang mau dijual difoto, gambarnya pasang di situ. Kalau laku, Anda dapat komisi.
Pasang Iklan Baris di InternetPunya tanaman, tapi tidak punya gerai, atau malu mejeng di pameran, tidak bisa bikin gerobak boro-boro punya website? Gampang saja. Pasang iklan baris di Internet. Dewasa ini banyak portal-portal tanaman hias yang bersedia memasangkan iklan baris Anda secara gratis. Contohnya, Trubus Online (http://www.trubus-online.com), dan LangitLangit.Com (http://www.langitlangit.com) . Syaratnya cuma satu: Anda tidak gaptek Internet. Kalau cuma tidak punya Internet, gampang, datang saja ke Warnet atau bawa laptop dan bayar voucher sewa hot spot yang banyak dimiliki supermal atau kafe.
(Dikutip dari buku JURUS SUKSES JUAL TANAMAN HIAS, karangan Kurniawan Junaedhie, PT Agro Media Pustaka, Jakarta, 2007)
Nilai Positif Trend Anthurium
bagi perkembangan dunia tanaman
hias Indonesia
By duniaflora
Sunday, October 28, 2007 22:42:51
Clicks: 1102

Sebagai pendatang baru, gebrakan anthurium mencatat fenomena tersendiri yang patut diacungkan jempol. Terdapat beberapa pelajaran yang dapat diambil pada awal berkembangnya trend anthurium disini. Kedepan point point ini dapat pula diadaptasikan pada upaya-upaya memunculkan potensi tanaman hias asli Indonesia lainnya. Nilai Positif Trend Anthurium bagi Perkembangan Dunai Tanaman Hias Indonesia sebagai berikut : 1. Trend Lokal jadi Global yang dimulai dari inovasi produk lama . Yang patut diacungkan jempol adalah trend anthurium ini sudah pernah muncul sebelumnya, meskipun masih bersifat trend lokal saja. Tetapi pada awal tahun,seiring perkembangan trend lokal tadi, Perburuan tanaman kebeberapa daerah, ikut memacu naiknya pamor anthurium, akibat faktor kelangkaan anthurium itu sendiri di pasar. Selain itu inovasi didalam membuat sudut pandang baru menikmati anthurium, ditambah inovasi penamaan yang mudah diingat seperti mangkuk, centong, kobra membuat semua orang sangat familiar dan ingin akrab dengannya. Hal ini juga mematahkan asumsi orang bahwa nama harus berkiblat keluar dengan nama-nama yang asing. Anthurium membuktikan sebaliknya. "Nama Ndeso justru jadi Bintang". 2. Kemasan Baru Pasar Baru. Perkembangan hibridisasi anthurium - yang merupakan bawaan anthurium itu sendiri akibat persilangan oleh alam, dengan penamaan ala indonesia yang akrab ditelinga, merupakan faktor penting terdongkraknya pamor anthurium. Kemasan baru dengan penciptaan nama-nama seperti Jenmani mangkok, Jenmani Kol, Sawi, Gelombang Cinta, Naga, dll yang tidak asing lagi ditelinga kita, dan istilah-istilah yang indonesia banget, menjadikan anthurium mudah diingat dalam benak hobiis dan masyarakat umum. Setelah itu kemudian muncul kemasn baru membuat image anthurium semakin mencolok. Kemasan tadi dikaitkan dengan warna hitam yang eksotis, dan warna merah yang melambangkan energi dinamis. Sehingga kemudian kita dengar munculnya black jenmani, tangkai hitam, urat merah sampai pada istilah Super red untuk memberi nama varian yang tulang daunnya berwarna merah sampai keujung. Kemasan yang menarik tentu saja meningkatkan pamor dan ke-eksotisan-nya dipasar, selain ikut mendongkrak harga dan menyebarkan demam anthurium kemana-mana. 2. Proses perkenalan keindahan anthurium berkat cara-cara sederhana didalam klasifikasi hibridisasi anthurium. Masyarakat umum dapat menerima dan belajar dengan cepat cara menikmati anthurium yang beraneka ragam, dengan cara-cara sederhana didalam mengklasifikasikannya. Contohnya jenmani mangkok ya daunnya seperti mangkok, sawi uratnya seperti sayur sawi, cobra ya harus seperti kepala cobra yang mengembang. Gelombang cinta terjemahan langsung nama aslinya, dan terbukti laris manis semua demam asmara dibuatnya. hobiis tetap bisa menerima dengan baik. Ataupun penamaan baru yang lebih mengetengahkan pada ciri-ciri fisik anthurium, yang dengan mudah dikenali karena dikonotasikan dengan obyek yang sudah biasa kita lihat, warna dll. Makanya meskipun tidak bercorak seperti aglaonema, masyarakat awam yang umumnya mencibir kok daun saja harganya mahal, begitu diperkenalkan cara membedakan anthurium secara sederhana, umumnya akan terpaut dan ikut-ikutan kecanduan. 3. Semua varian anthurium dapat diappresiasi dengan baik oleh pasar. Seperti saat ini ketika permintaan gelombang tidak tertahankan lagi, sebagian pasar dapat dialihkan kepada hookeri ataupun varian garuda dan corong, dengan cara-cara yang bisa diterima, tanpa mematikan pendahulunya. Hal ini setidak-tidaknya membuat permintaan akan selalu terpelihara, disamping pembelajaran kepada selera konsumen yang lebih dinamis didalam menghargai varian-varian baru yang muncul, tanpa mematikan salah satu variannya. Hal ini tentunya menghindari kesalahan besar seperti yang dilakukan pebisnis Thailand dan beberapa importir Indonesia dalam memperkenalkan adenium arabicum. Selain Timmingnya belum pas, juga dilakukan dengan cara frontal dan kasar, yang cenderung mematikan pasar adenium obesum yang menjadi tulang punggung adenium di Indonesia. Disamping inovasi-inovasi yang dipaksakan berupa cara-cara training obesum yang menyimpang dan tidak bisa diterima hati sebagian besar hobbiest adenium yang lebih menghargai naturalita. Hal ini justru berakibat sangat fatal pada turun drastisnya pamor adenium secara keseluruhan. 4. Akibat hibridisasi anthurium yang dilakukan oleh alam, sehingga sangat sedikit anthurium yang identik, yang mampu memiliki kriteria sempurna satu dengan yang lain, maka dimunculkan nama-nama baru. Sisi positifnya, orang menjadi lebih mudah dalam mengenali pohon, sisi negatif penamaan yang sifatnya sporadis dan tidak memiliki standar dapat menyebabkan kebingungan. Karena terdapat nama yang berbeda-beda untuk varian yang sama. Untuk tahap awal ketika jumlah tanaman sedikit seperti sekarang, pembeli menerima saja. Tetapi jika populasinya meningkat, maka akan terjadi kerancuan di pasar. Hal ini bisa menjadi boomerang dalam pasar , karena mengakibatkan ketidakjelasan. Terutama karena tidak adanya standarisasi atau pola kriteria baku secara garis besar yang jadi pedoman. Disamping kurangnya (belum disusunnya, red) Kriteria spesial atau kriteria baik berdasarkan masing-masing jenis bvarian anthurium. 5. Meningkatkan kepercayaan diri bahwa Kita juga mampu menciptakan Trend. Selama ini hibridisasi tanaman hias selalu dilakukan oleh orang luar. Umumnya kita selalu jadi korban mode. Sehingga ketika dikita melakukan hal-hal baru selalu diberi label penjiplak. Berbeda dengan anthurium, dimana Indonesia menjadi pelopor hibridisasi dan upaya standarisasi dalam penujualannya. Sehingga menjadi model karena merupakan satu-satunya didunia. Umumnya Botanical centre, gardener dan orang-orang terkait hortikultura di Luar negeri terheran-heran dan terkaget-kaget dengan fenomena budidaya anthurium di Indonesia saat ini.Bagi mereka Anthurium bukan tanaman hias umum yang dibudidayakan selama ini. Dan mereka semakin kaget begitu tahu transaksi terkait anthurium ini, yang kerap membukukan rekor tersendiri. Belakangan wabah anthurium di indonesia mulai mewabahi Thailand sebagai negara pusat import tanaman hias di indonesia, maupun negaradi dunaia lainnya. Padahal seperti yang kita ketahui, pemuliabiakan tanaman hias dimulai dari tanaman yang memang ada dialam, kemudian dilakukan hibridisasi, berdasarkan apa yang ingin dicapai (bunga, daun, variasinya) dan memperkenalkan sudut pandang baru (point of view) cara menikmatinya. Kalau hal ini berhasil ya tanaman tadi dapat diperjualbelikan. Pembudidayaan Anthurium di Indonesia mencatat hal yang fenomenal, mampu memberi nilai dan membudidayakan serta memberikan point of view baru bagi tanaman yang semula dipandang remeh. Tentu saja hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri sebagian besar pelaku tanaman hias untuk berupaya memajukan tanaman hias yang digelutinya. Sudah terbukti masyarakat kita mampu memberikan appresiasi yang baik terhadap hasil kerja keras bangsa sendiri. 6. Inovasi menciptakan sistem perdagangan anthurium. Cara baru yang tidak pernah ada sebelumnya, dengan menjual biji (ose), bibit yang baru tumbuh daun, ataupun menjual splitan, dengan lalulintas perdagangan anthurium terbesar didunia. Dari beberapa penyedia anthurium, tampaknya mereka terkaget-kaget akan fenomena anthurium di Indonesia. Bahkan tampaknya Thailand pun mulai mengekor dibelakang kita, dengan membeli indukan dari Indonesia untuk dibudidayakan. Mudah-mudahan semangat Swadesi - Pengembangan potensi yang kita miliki - ini dapat menular pada tanaman-tanaman hias lain. Harapan besar kita semua, Kedepan kita juga dapat berbicara Di ajang tanaman Hias Dunia. (Dunia Flora)